BeritaNasionalPemeritah

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Sumenep Pastikan 1 Ramadhan 1447 H Belum Dimulai

234
×

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Sumenep Pastikan 1 Ramadhan 1447 H Belum Dimulai

Sebarkan artikel ini
Black Modern Photo Acoustic Music Youtube Banner 20260305 103123 0000

SUMENEP, Republiex News – Menjelang penetapan awal Ramadhan 1447 Hijriah, dinamika pemantauan hilal kembali berlangsung di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Sumenep memastikan secara astronomis hilal tidak mungkin terlihat pada Selasa (17/2/2026).

Meski demikian, rukyatul hilal tetap dilaksanakan di Pantai Taneros, Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten.

Titik tersebut berada pada koordinat 6° 53′ Lintang Selatan dan 113° 46′ Bujur Timur, yang dinilai memiliki pandangan ufuk barat paling representatif di wilayah timur Madura.

Kegiatan rukyat digelar bersama Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Sumenep. Unsur Pengadilan Agama, MUI, BMKG, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam turut dilibatkan.

Ketua LFNU Sumenep, Kiai Fathor Rois, menegaskan hasil hisab menunjukkan posisi hilal saat matahari terbenam masih berada di bawah ufuk.

“Secara perhitungan astronomi, tinggi hilal masih negatif. Itu berarti mustahil dirukyat, bukan hanya di Sumenep, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meski cuaca cerah, secara posisi hilal memang belum memenuhi syarat untuk terlihat.

Faktor geografis pesisir Madura bagian timur juga menjadi tantangan tersendiri. Tingginya uap air laut dan potensi awan musim penghujan kerap mengganggu pandangan ke arah ufuk barat.

Sebelum menetapkan Pantai Taneros, LFNU Sumenep sempat menjajaki sejumlah titik lain seperti Tambak Garam Nambakor, Asta Tinggi, Lapangan Terbang Trunojoyo, hingga rooftop Hotel de Bagraf.

Namun keterbatasan sudut pandang ufuk dan faktor teknis membuat lokasi-lokasi tersebut tidak dipilih.

Alternatif di Pantai Sapo, Kecamatan Batuputih, juga sempat dipertimbangkan. Akan tetapi akses yang sulit membuat lokasi itu tidak dijadikan titik utama.

Bagi LFNU, rukyatul hilal bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari tradisi ilmiah dan syar’i dalam penentuan awal bulan hijriah.

Keputusan resmi penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah pusat.

Dari Sumenep, sinyalnya sudah jelas: Ramadhan dipastikan belum dimulai pada petang tersebut.

Masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi pemerintah dan tetap menjaga suasana kondusif dalam menyambut bulan suci.

 

Penulis: Allendra Vieto Febrianto

Editor: Tim Redaksi Republiexnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *