PemeritahBeritaEkonomi

Perkimhub Sumenep Genjot Pembangunan Hunian, Permukiman, dan Transportasi Sepanjang 2025

197
×

Perkimhub Sumenep Genjot Pembangunan Hunian, Permukiman, dan Transportasi Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini
Black Modern Photo Acoustic Music Youtube Banner 20251124 222930 0000

SUMENEP, Republiexnews – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Perkimhub) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan publik pada tahun 2025.

Dinas ini bergerak cepat menjalankan berbagai program strategis. Fokusnya adalah menghadirkan hunian layak, permukiman tertata, serta layanan transportasi yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perkimhub Sumenep, Drs. Yayak Nurwahyudi, M.Si, menegaskan bahwa pihaknya memusatkan perhatian pada tiga sektor utama. Yakni perumahan rakyat, penataan kawasan permukiman, dan transportasi darat serta laut.

“Kami tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi memastikan setiap program benar-benar memberi dampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan menata kawasan padat penduduk. Termasuk penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Di sektor perumahan, Perkimhub telah merealisasikan sejumlah unit rumah layak huni. Program ini menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan perumahan yang terus meningkat.

Pada penataan permukiman, berbagai kawasan padat penduduk hingga wilayah pesisir dan kepulauan ditata ulang. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, aman, dan nyaman ditempati warga.

Sektor transportasi juga mendapatkan perhatian besar. Perkimhub melakukan revitalisasi terminal angkutan darat sebagai upaya meningkatkan kenyamanan dan ketertiban mobilitas masyarakat.

Selain itu, pengembangan pelabuhan rakyat terus dipercepat. Jalur antarpulau yang menjadi nadi transportasi bagi warga kepulauan diperkuat agar mobilitas barang dan manusia berjalan lancar.

Penataan trayek dan peningkatan pengawasan angkutan umum turut dilakukan. Tujuannya untuk memastikan layanan transportasi yang lebih tertib, aman, dan layak bagi pengguna.

Yayak juga mengungkapkan bahwa dua kapal milik Pemkab Sumenep yang sudah tidak layak operasi akan dilelang. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi beban anggaran daerah dan meningkatkan efisiensi pengelolaan aset.

Ke depan, Perkimhub berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, pihak swasta, dan kelompok masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan membuat pembangunan berjalan merata hingga pelosok kepulauan.

“Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis Sumenep yang maju, tertata, dan berdaya saing dapat terwujud,” tegasnya.

 

Penulis: Vieto

Editor: Redaksi republiexnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *