PemeritahBeritaKesehatan

Menuju Eliminasi 2030, Sumenep Gencarkan Penemuan Kasus Baru TBC

186
×

Menuju Eliminasi 2030, Sumenep Gencarkan Penemuan Kasus Baru TBC

Sebarkan artikel ini
Black Modern Photo Acoustic Music Youtube Banner 20251124 221159 0000

SUMENEP, Republiexnews – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus mengintensifkan penemuan kasus baru tuberkulosis (TBC) di seluruh wilayah.

Langkah ini menjadi bagian dari percepatan eliminasi TBC pada 2030.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, mengatakan bahwa penanganan TBC di Sumenep saat ini masih berfokus pada upaya penemuan kasus baru.

Seluruh Puskesmas dilibatkan aktif dalam pelacakan dan deteksi dini melalui koordinasi lintas sektor.

“Di Sumenep ini penanganan TBC bersifat penemuan kasus. Teman-teman di Puskesmas berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menemukan penderita baru. Mereka ini yang menjadi target utama pengobatan,” ujarnya, Senin (10/11/2025).

Data Dinkes mencatat, jumlah kasus TBC di Sumenep pada 2023 mencapai 2.556 kasus.

Jumlah itu meningkat menjadi 2.589 kasus pada 2024.

Sementara hingga akhir Oktober 2025, sudah ditemukan 2.294 kasus.

Ellya menegaskan bahwa percepatan temuan kasus baru penting dilakukan agar penanganan dapat dimulai lebih awal.

“Kami harus mempercepat temuan dan penanganan penderita baru TBC. Ini bagian dari langkah mencapai eliminasi TBC tahun 2030,” terangnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan penanganan TBC sangat ditentukan oleh ketepatan dan kesinambungan pengobatan.

Pengobatan TBC yang berlangsung selama beberapa bulan, kata dia, tidak boleh terputus.

“Harus rutin ya pengobatannya. Yang terpenting itu ditemukan penderitanya, lalu diobati. Kalau jumlah kasus baru yang ditemukan banyak, maka yang harus diobati juga semakin banyak,” tambahnya.

Ellya juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap gejala awal TBC.

Batuk lebih dari dua minggu dan demam malam hari perlu segera diperiksakan.

“Silakan laporkan ke petugas kami. Kalau positif TBC, pengobatan harus segera dimulai,” tegasnya.

 

Penulis: Vieto

Editor: Redaksi republiexnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *