EkonomiBerita

Ketua PPR Sumenep H. Syafwan Wahyudi Ajak Perusahaan Rokok Serap Tembakau Petani Lokal Jelang Panen 2026

17
×

Ketua PPR Sumenep H. Syafwan Wahyudi Ajak Perusahaan Rokok Serap Tembakau Petani Lokal Jelang Panen 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20260728 WA0001 1

SUMENEP | REPUBLIEX NEWS – Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep, H. Syafwan Wahyudi, mengajak seluruh perusahaan rokok (PR) lokal memprioritaskan penyerapan tembakau hasil panen petani Sumenep menjelang musim panen 2026. Ajakan tersebut disampaikan sebagai upaya memperkuat kemitraan antara industri hasil tembakau dan petani sekaligus menjaga perputaran ekonomi daerah.

Pernyataan itu disampaikan H. Syafwan Wahyudi pada Senin (27/7/2026). Menurutnya, tembakau merupakan komoditas strategis yang menjadi sumber penghasilan ribuan petani di Kabupaten Sumenep sehingga membutuhkan dukungan pasar dari industri rokok lokal.

“Momentum panen raya harus menjadi kesempatan bagi seluruh perusahaan rokok lokal untuk mengutamakan pembelian tembakau hasil petani Sumenep. Dengan begitu, petani memperoleh kepastian pasar dan industri juga mendapatkan bahan baku berkualitas,” kata H. Syafwan.

Pria yang akrab disapa Haji Udik itu mengatakan, penyerapan hasil panen petani lokal merupakan langkah yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh mata rantai industri tembakau. Selain membantu petani memperoleh kepastian pasar, kebijakan tersebut dinilai mampu menjaga aktivitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Sumenep.

Menurutnya, pembelian tembakau lokal tidak hanya berdampak pada pendapatan petani, tetapi juga menggerakkan sektor lain seperti tenaga kerja pertanian, jasa angkutan, pedagang, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang aktivitasnya meningkat selama musim tembakau.

“Ketika perusahaan rokok membeli hasil panen petani Sumenep, manfaatnya akan dirasakan banyak pihak. Perputaran uang tetap berada di daerah sehingga ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” ujarnya.

H. Syafwan menilai hubungan petani dengan industri hasil tembakau merupakan ekosistem yang saling mendukung. Petani membutuhkan kepastian pembeli agar hasil panennya terserap dengan baik, sementara perusahaan rokok memerlukan bahan baku tembakau berkualitas untuk menjaga mutu produk.

Karena itu, PPR Kabupaten Sumenep berharap seluruh perusahaan rokok lokal dapat memperkuat komitmen menyerap hasil panen petani sesuai kebutuhan industri dan standar kualitas yang berlaku. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan hubungan kemitraan yang berkelanjutan antara petani dan pelaku industri hasil tembakau.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari instansi pemerintah maupun organisasi petani terkait ajakan tersebut. Republiex News akan terus menghimpun informasi dari berbagai pihak untuk melengkapi pemberitaan sesuai prinsip keberimbangan.

 

Penulis: Vieto

Editor: Tim Republiex News

Tinggalkan Balasan