PemeritahBeritaEkonomi

BPRS Bhakti Sumekar Dukung Pasar Sore Ramadhan di Kalianget

212
×

BPRS Bhakti Sumekar Dukung Pasar Sore Ramadhan di Kalianget

Sebarkan artikel ini
Black Modern Photo Acoustic Music Youtube Banner 20260305 211018 0000

SUMENEP, Republiexnews — BPRS Bhakti Sumekar memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk memperkuat ekonomi umat. Dukungan itu diwujudkan melalui keterlibatan dalam kegiatan Pasar Sore Ramadhan di Masjid At Taqwa, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep.

Kegiatan yang berlangsung setiap sore menjelang waktu berbuka puasa tersebut menjadi ruang produktif bagi pelaku UMKM lokal. Mereka memasarkan beragam produk kuliner, mulai dari takjil, makanan dan minuman berbuka, hingga kue kering.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan kehadiran pihaknya merupakan bagian dari komitmen lembaga keuangan syariah dalam mengembangkan ekonomi berbasis kerakyatan.

Menurutnya, Pasar Sore Ramadhan tidak hanya menjadi tempat transaksi kebutuhan berbuka puasa, tetapi juga sarana edukasi ekonomi syariah bagi masyarakat.

“Pasar Ramadhan ini bukan hanya tempat transaksi kebutuhan berbuka, tetapi juga sarana edukasi ekonomi syariah. Kami ingin pelaku usaha kecil tumbuh dengan prinsip muamalah yang sehat, jujur dan berkah,” ujar Hairil, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan, pasar berbasis masjid memiliki nilai lebih karena mampu menggabungkan aktivitas ibadah dengan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.

Di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi daya beli, keberadaan Pasar Sore Ramadhan dinilai menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM. Perputaran ekonomi terjadi setiap hari, sementara masyarakat mendapatkan pilihan menu berbuka dengan harga terjangkau.

Suasana pasar juga semakin semarak dengan penampilan seni tradisional tong-tong Megantara yang menambah nuansa kebersamaan warga Kalianget dan sekitarnya.

Hairil berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda musiman. Ia mendorong kolaborasi antara masjid, pelaku UMKM dan lembaga keuangan syariah agar terus dikembangkan sebagai model pemberdayaan ekonomi umat.

“Ke depan, kami ingin kegiatan seperti ini terus berkembang. Masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan ekonomi yang produktif,” tegasnya.

 

Penulis: Allendra Vieto Febrianto

Editor: Tim Redaksi Republiexnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *