SUMENEP, Republiexnews — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Abrari, menggelar sosialisasi bertajuk “Menjaga Persatuan, Menjala Berkah Ramadhan” di Kabupaten Sumenep, Madura, Sabtu (7/3).
Kegiatan tersebut berlangsung di El-Malik Hotel, Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 9, Lingkungan Delama, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota.
Puluhan jurnalis dari berbagai platform media menghadiri acara tersebut. Mulai dari media cetak, online, televisi hingga elektronik.
Mereka berasal dari sejumlah asosiasi media dan organisasi wartawan di Kabupaten Sumenep.
Selain jurnalis, kegiatan ini juga diikuti sejumlah aktivis serta mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di daerah setempat.
Dalam sambutannya, Abrari yang diwakili Hosnan Abrori menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebenarnya telah dijadwalkan jauh sebelum bulan Ramadhan.
Namun, Abrari yang akrab disapa Mas Abe belum dapat hadir langsung karena masih berada di Surabaya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep itu menjelaskan bahwa Mas Abe sedang dalam perjalanan menuju Sumenep, tetapi terjebak kemacetan di Surabaya.
“Mas Abe sebenarnya sudah dalam perjalanan, tetapi saat ini masih terjebak macet di Surabaya sehingga belum bisa hadir bersama kita,” ujar Hosnan.
Ia berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat berjalan lancar dan menjadi ruang dialog yang interaktif bagi para peserta.
“Tentu semoga kegiatan ini berlangsung khidmat dan para tamu bisa interaktif,” katanya.
Dalam kesempatan itu, para peserta juga mendapatkan buku karya Abrari berjudul Dialektika Rasa: Catatan dari Pinggir.
Buku tersebut ditulis oleh Abrari menggunakan nama pena Abrari Alzael.
Isinya memuat berbagai catatan reflektif yang lahir dari pengalaman penulis saat berada di lapangan.
Di dalam buku itu juga tergambar perjalanan Abrari sejak menjadi jurnalis hingga akhirnya terjun ke dunia politik.
Dalam pengantar bukunya, Abrari menyebut sebagian tulisannya berisi kritik dengan gaya satir terhadap para pemegang kekuasaan.
Menurutnya, kritik tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat kecil yang kerap terlupakan.
Penulis: Allendra Vieto Febrianto
Editor: Tim Redaksi Republiexnews
