BeritaNasionalPemeritah

Hilal Tak Terlihat, PWNU Jatim Rekomendasikan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026

217
×

Hilal Tak Terlihat, PWNU Jatim Rekomendasikan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026

Sebarkan artikel ini
Black Modern Photo Acoustic Music Youtube Banner 20260305 103221 0000

Republiexnews – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur merekomendasikan awal Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Rekomendasi tersebut disampaikan setelah proses rukyatul hilal yang dilakukan serentak di berbagai titik pengamatan di Jawa Timur.

Pemantauan hilal dilaksanakan oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) bersama tim falakiyah daerah. Pengamatan dilakukan menjelang matahari terbenam untuk memastikan kemungkinan terlihatnya hilal sebagai penentu awal bulan Ramadhan.

Namun hingga proses observasi selesai, para perukyat tidak berhasil menyaksikan kemunculan hilal di seluruh lokasi pengamatan.

Salah satu titik rukyat berada di Balai Rukyat NU Bukit Condrodipo, Kabupaten Gresik. Di lokasi tersebut, tim falakiyah telah menyiapkan teleskop serta perangkat pendukung untuk melakukan pengamatan secara maksimal.

Ketua LFNU Jawa Timur, Samsul Ma’arif, mengatakan bahwa tidak ada laporan terlihatnya hilal dari seluruh daerah pemantauan di Jawa Timur.

Ia menjelaskan bahwa secara astronomis ijtimak terjadi setelah matahari terbenam sehingga hilal masih berada di bawah ufuk barat.

Akibatnya, tinggi hilal bernilai negatif dan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat, sehingga tidak memungkinkan untuk diamati.

Berdasarkan hasil tersebut, LFNU Jawa Timur kemudian menyusun laporan resmi yang diserahkan kepada jajaran syuriyah PWNU untuk ditindaklanjuti.

Laporan itu selanjutnya akan diteruskan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai bahan pertimbangan ikhbar atau pemberitahuan resmi kepada masyarakat.

Meski demikian, keputusan final mengenai awal Ramadhan tetap menunggu hasil sidang itsbat yang digelar pemerintah pusat.

Sebelumnya, PWNU Jawa Timur menginstruksikan pelaksanaan rukyatul hilal di 41 titik strategis yang tersebar di berbagai wilayah.

Lokasi pengamatan tersebut berada di sejumlah daerah seperti Jember, Kediri, Gresik, Ponorogo, Saradan, Sumenep, Bondowoso, Lumajang, Bojonegoro, Pasuruan, Malang, Situbondo, Banyuwangi, Tuban hingga Bawean.

Pengamatan juga dilakukan di Mojokerto, Jombang, Blitar, Pacitan, Sampang, Surabaya, Probolinggo, Lamongan, Sidoarjo, Ngawi, Bangkalan, Ambulu hingga Pilangkenceng.

Metode rukyat dipadukan dengan perhitungan hisab untuk memastikan data astronomi selaras dengan observasi lapangan.

Dengan tidak terlihatnya hilal di seluruh titik pemantauan, bulan Sya’ban diperkirakan digenapkan menjadi 30 hari.

Karena itu, awal Ramadhan 1447 Hijriyah direkomendasikan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Masyarakat diimbau menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang itsbat sebelum memulai ibadah puasa Ramadhan.

 

Penulis: Allendra Vieto Febrianto

Editor: Tim Redaksi Republiexnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *