SUMENEP, REPUBLIEX NEWS — Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., mendorong pemerintah desa untuk mengembangkan potensi wisata lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan Madura Culture Festival (MCF) 2026 di Sumenep, 26 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah wilayah memperkenalkan potensi desa, mulai dari wisata alam, budaya, kuliner, kerajinan hingga produk usaha masyarakat.
Fauzi mengatakan, pengembangan wisata desa tidak harus bertumpu pada objek wisata alam. Menurutnya, tradisi, budaya, kuliner dan kreativitas masyarakat juga dapat menjadi daya tarik yang dikembangkan.
“Desa jangan hanya melihat potensi wisata dari sisi keindahan alam, tetapi bagaimana mengemas budaya, tradisi, kuliner dan kreativitas masyarakat menjadi daya tarik yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Achmad Fauzi Wongsojudo.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengembangan destinasi wisata. Pemerintah desa, menurutnya, perlu membangun kolaborasi dengan kelompok masyarakat, pelaku UMKM, komunitas dan generasi muda.
Pengembangan wisata juga dinilai membutuhkan pengelolaan yang berkelanjutan. Infrastruktur, kebersihan, keamanan, kenyamanan pengunjung hingga promosi menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan oleh pengelola destinasi.
“Pemerintah desa perlu menciptakan ekosistem wisata yang menarik dan nyaman, dengan masyarakat menjadi pelaku utama, sehingga pengembangan potensi desa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sejumlah kecamatan dalam MCF 2026 turut menampilkan potensi wilayah masing-masing. Potensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keragaman sumber daya lokal kepada masyarakat.
Meski demikian, pengembangan wisata desa tidak hanya bergantung pada promosi. Kesiapan pengelolaan, ketersediaan fasilitas, aksesibilitas dan kemampuan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan destinasi menjadi faktor yang turut menentukan.
Pemerintah daerah berharap pengembangan potensi wisata berbasis desa dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus mendorong masyarakat menjadi bagian aktif dalam pengelolaan pariwisata di daerah.
Penulis: Vieto
Editor: Tim RN
Redaksi: Republiex News

Komentar