SUMENEP, REPUBLIEX NEWS — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong langkah antisipatif dalam menghadapi risiko cuaca yang dapat memengaruhi sektor pertanian, khususnya komoditas tembakau yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., mengingatkan petani agar mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan penanaman tembakau, terutama bagi petani yang terlambat memasuki masa tanam.
Imbauan tersebut disampaikan Bupati Fauzi sebagai bagian dari upaya menjaga agar petani tidak mengambil keputusan yang berpotensi meningkatkan risiko kerugian. Kondisi cuaca dan kemungkinan datangnya musim hujan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam menentukan waktu tanam.
“Bagi petani yang terlambat bercocok tanam, perhatikan kondisi cuaca dan kemungkinan hujan atau tidak. Itu yang paling penting. Karena dari situasi dan kondisi saat ini waktu sudah terasa sangat mepet,” ujar Achmad Fauzi dalam keterangannya kepada awak media.
Menurutnya, keputusan petani untuk kembali melakukan penanaman perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Sebab, tanaman tembakau membutuhkan kondisi cuaca yang mendukung agar pertumbuhan dan hasil panen dapat optimal.
Langkah tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan usaha tani sekaligus pentingnya pengambilan keputusan berbasis kondisi lapangan. Pemerintah tidak hanya dituntut mendorong produksi pertanian, tetapi juga memberikan informasi dan imbauan agar masyarakat dapat meminimalkan risiko.
Di sisi lain, petani tetap memiliki pertimbangan masing-masing dalam menentukan pola tanam berdasarkan kondisi lahan, modal, pengalaman, serta perkembangan cuaca di wilayahnya.
Sebelumnya, Pemkab Sumenep juga mengambil langkah perlindungan terhadap petani tembakau melalui penetapan titik impas sebagai batas minimal harga pembelian tembakau. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga agar hasil panen petani tidak mudah ditekan dalam proses transaksi.
Dengan berbagai langkah tersebut, kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu perhatian dalam upaya menjaga perekonomian masyarakat. Namun, efektivitas kebijakan tetap membutuhkan sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, serta pihak terkait lainnya.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat penyampaian informasi mengenai kondisi cuaca, pendampingan pertanian, hingga pengawasan tata niaga agar kebijakan perlindungan petani benar-benar memberikan manfaat di tingkat lapangan.
Penulis: Vieto
Editor: Redaksi Republiex News

Komentar