Daerah Kesehatan
Beranda » Pelayanan Kesehatan RSUDMA Sumenep: 4 Langkah Strategis Dekatkan Layanan di MCF 2026

Pelayanan Kesehatan RSUDMA Sumenep: 4 Langkah Strategis Dekatkan Layanan di MCF 2026

Pelayanan Kesehatan RSUDMA Sumenep di stan RSUD dr Moh Anwar pada MCF 2026 Stadion A Yani Sumenep
Keterangan Foto: Stan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dalam rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 2026 di Stadion A. Yani Sumenep, Kamis (27/8/2026).

SUMENEP, REPUBLIEX NEWS — Pelayanan Kesehatan RSUDMA Sumenep terus diarahkan agar semakin dekat dengan masyarakat. Salah satu upaya tersebut terlihat melalui keterlibatan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dalam rangkaian Madura Culture Festival (MCF) 2026 yang berlangsung di Stadion A. Yani Sumenep.

Pada Kamis, 27 Agustus 2026, sekitar pukul 21.47 WIB, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes., menyambut kedatangan Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., di stan RSUDMA.

Kedatangan Bupati tersebut berkaitan dengan agenda pengundian Pojok MJKN (Mobile Jaminan Kesehatan Nasional) yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan MCF 2026.

Kehadiran stan rumah sakit daerah di tengah festival menjadi ruang interaksi antara fasilitas pelayanan kesehatan dengan masyarakat. Pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai layanan kesehatan sekaligus mengenal lebih dekat berbagai pelayanan yang tersedia di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

MCF 2026 tidak hanya menjadi ruang bagi pertunjukan seni dan budaya. Kegiatan tersebut juga mempertemukan masyarakat dengan berbagai layanan publik serta potensi daerah.

Pelayanan Kesehatan RSUDMA Sumenep: 3 Langkah Humanis Hadir di MCF 2026

Dalam momentum tersebut, keberadaan RSUDMA Sumenep memberikan warna tersendiri karena informasi mengenai pelayanan kesehatan ditempatkan lebih dekat dengan masyarakat.

Pendekatan pelayanan melalui ruang publik juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan dan memperoleh informasi awal mengenai layanan kesehatan. Namun, informasi yang diberikan di lokasi kegiatan tetap perlu dipahami sesuai jenis layanan dan ketentuan yang berlaku.

Kehadiran rumah sakit dalam kegiatan masyarakat juga tidak berarti seluruh proses pelayanan medis dapat dilakukan di lokasi festival. Pemeriksaan lanjutan, diagnosis, maupun tindakan medis tetap harus dilakukan berdasarkan kondisi pasien dan prosedur pelayanan kesehatan.

Dengan pendekatan tersebut, kegiatan di ruang publik dapat menjadi sarana komunikasi tanpa mengesampingkan prinsip profesionalisme dan keselamatan pasien.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes., mengatakan kegiatan seperti MCF dapat menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi antara rumah sakit dan masyarakat.

Layanan Urologi RSUDMA Sumenep: 2 Jadwal Baru Perluas Akses Pasien BPJS

“Kehadiran RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dalam kegiatan MCF 2026 menjadi bagian dari upaya kami untuk lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memberikan informasi mengenai pelayanan kesehatan yang tersedia,” ujar Erliyati.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam kehadiran RSUDMA di MCF 2026 adalah pengundian Pojok MJKN.

Pojok MJKN menjadi bagian dari ruang informasi yang berkaitan dengan program Jaminan Kesehatan Nasional. Kehadiran ruang informasi semacam ini dapat membantu masyarakat memahami akses layanan kesehatan yang berkaitan dengan kepesertaan JKN.

Kehadiran Pojok MJKN dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pengundian, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan informasi mengenai program kesehatan kepada masyarakat.

Seorang pengunjung yang mengikuti kegiatan tersebut menilai kehadiran layanan dan informasi kesehatan di tengah festival memberikan kemudahan bagi masyarakat.

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Perkuat Komitmen Jadi Pilihan Utama Masyarakat

“Kegiatan seperti ini membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi tentang pelayanan kesehatan. Apalagi masyarakat datang ke festival dari berbagai wilayah,” ujarnya.

Pelayanan Kesehatan RSUDMA Sumenep dalam kegiatan MCF 2026 juga dapat dilihat dari sisi komunikasi publik. Rumah sakit tidak hanya berperan sebagai tempat masyarakat mendapatkan pelayanan ketika sakit, tetapi juga memiliki ruang untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan.

Komunikasi yang baik dapat membantu masyarakat memahami jenis layanan yang tersedia, prosedur yang harus ditempuh, serta kapan seseorang perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagi rumah sakit pemerintah daerah, pola komunikasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Kepercayaan tidak hanya dibentuk melalui promosi, tetapi juga melalui pengalaman masyarakat ketika mendapatkan pelayanan.

Karena itu, keterlibatan RSUDMA dalam kegiatan publik perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan di dalam rumah sakit.

Erliyati menilai kedekatan dengan masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab RSUD dr. H. Moh. Anwar sebagai fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.

“Kami ingin setiap kegiatan yang melibatkan RSUD dr. H. Moh. Anwar dapat memberikan manfaat, terutama dalam membuka komunikasi dan memberikan informasi yang mudah dipahami masyarakat mengenai pelayanan kesehatan,” kata Erliyati.

Menurutnya, pengembangan pelayanan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat serta perkembangan pelayanan kesehatan.

Kehadiran Bupati Sumenep di stan RSUDMA juga menjadi bagian dari interaksi antara pemerintah daerah, rumah sakit dan masyarakat.

Pemerintah daerah memiliki i dalam memastikan pelayanan publik dapat terus berkembang. Sementara itu, rumah sakit memiliki tanggung jawab untuk menjaga mutu pelayanan, profesionalisme tenaga kesehatan serta keselamatan pasien.

Dalam konteks tersebut, kegiatan MCF 2026 dapat menjadi ruang komunikasi yang mempertemukan unsur pemerintah dengan masyarakat secara lebih terbuka.

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., menilai pelayanan publik perlu terus didekatkan kepada masyarakat.

“Pelayanan publik harus terus didekatkan kepada masyarakat. Kehadiran layanan kesehatan dalam kegiatan seperti MCF menjadi ruang interaksi yang penting antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Bupati Sumenep Fauzi.

Menurutnya, kegiatan masyarakat seperti festival dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan program pelayanan pemerintah sekaligus membuka ruang komunikasi dengan warga.

Namun demikian, kualitas pelayanan tetap perlu diukur dari manfaat yang diterima masyarakat. Tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dari kualitas layanan sehari-hari, kemudahan akses, kejelasan informasi, respons petugas dan kepuasan pasien.

Keterlibatan RSUD dr. H. Moh. Anwar dalam MCF 2026 menjadi salah satu bentuk pendekatan rumah sakit kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal pelayanan rumah sakit sekaligus mendapatkan informasi mengenai akses kesehatan dan program JKN.

Di sisi lain, masyarakat tetap perlu memastikan informasi kesehatan yang diterima berasal dari sumber resmi. Untuk layanan JKN, masyarakat dapat menggunakan kanal resmi BPJS Kesehatan dan mengikuti prosedur yang ditetapkan.

RSUDMA juga perlu terus memastikan bahwa upaya komunikasi publik berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan medis. Dengan demikian, kegiatan di luar rumah sakit tidak berhenti sebagai kegiatan promosi, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang sehat antara fasilitas kesehatan dan masyarakat.

Bagi masyarakat Sumenep, kedekatan pelayanan dapat memberikan manfaat apabila disertai informasi yang jelas, prosedur yang transparan dan pelayanan yang profesional.

Keterlibatan RSUDMA dalam MCF 2026 pada akhirnya menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan pelayanan rumah sakit kepada masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka dan komunikatif.

“Kami terus berupaya menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang aman, ramah dan profesional. Kehadiran kami di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmen untuk terus melakukan perbaikan sesuai kebutuhan,” tutur Erliyati sebagai kutipan penutup.

Dengan demikian, Pelayanan Kesehatan RSUDMA Sumenep melalui keterlibatan dalam MCF 2026 diharapkan dapat memperkuat akses informasi, komunikasi publik dan kedekatan antara rumah sakit daerah dengan masyarakat, tanpa mengesampingkan standar pelayanan serta prosedur medis yang berlaku.

 

Penulis: Vieto

Editor: Redaksi Republiex News

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *