SUMENEP | REPUBLIEX NEWS – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan apresiasi kepada panitia, pelaku seni budaya, serta seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep melalui Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan peringatan hari jadi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal sejarah, menikmati pertunjukan seni, dan menjaga keberlangsungan tradisi lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Fauzi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumenep, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, khususnya panitia dan para pelaku seni yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujar Bupati Fauzi.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan kebudayaan. Kolaborasi antara pemerintah, panitia, seniman, dan masyarakat diperlukan agar kekayaan seni budaya Sumenep tetap mendapat tempat di tengah perkembangan zaman.
Rangkaian kegiatan tersebut juga memperlihatkan keterlibatan beragam kalangan, mulai dari pelaku seni, penari, hingga anak-anak yang turut menampilkan kreativitas mereka di hadapan masyarakat.
Prosesi Arya Wiraraja menjadi salah satu bagian yang mengangkat nilai sejarah dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep. Sementara itu, Festival Musik Tong-Tong menghadirkan ekspresi seni yang telah dikenal luas dalam kehidupan budaya masyarakat Madura.
Perpaduan keduanya memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati pertunjukan sekaligus mengenali kembali sejarah dan identitas daerah.
Bagi Sumenep, kegiatan kebudayaan memiliki arti penting karena menjadi salah satu sarana untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap perjalanan sejarah daerah.
Pengenalan sejarah melalui kegiatan publik juga dapat membantu generasi muda memahami nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu. Namun, upaya tersebut perlu disertai edukasi dan dokumentasi yang baik agar informasi sejarah dapat dipahami secara tepat.
Bupati Fauzi juga memberikan apresiasi terhadap penampilan para penari dari Bali yang ikut memeriahkan kegiatan. Kehadiran mereka menambah keberagaman pertunjukan sekaligus memperlihatkan ruang perjumpaan berbagai ekspresi seni.
Selain itu, penampilan anak-anak turut menjadi perhatian. Partisipasi generasi muda dinilai penting untuk menumbuhkan ketertarikan terhadap seni budaya sejak dini.
Festival Musik Tong-Tong merupakan salah satu pertunjukan yang memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan budaya masyarakat Madura. Musik yang dimainkan melalui perpaduan alat pukul dan aransemen kelompok menghadirkan karakter pertunjukan yang khas.
Melalui festival, para pelaku seni memiliki kesempatan untuk menunjukkan kreativitas, mengembangkan kemampuan, dan memperkenalkan karya kepada khalayak yang lebih luas.
Kegiatan semacam ini juga membuka peluang bagi generasi muda untuk mengenal seni tradisi tidak hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai ekspresi budaya yang dapat terus berkembang.
Meski demikian, pelestarian budaya tidak cukup hanya mengandalkan kemeriahan festival. Pembinaan seniman, regenerasi pelaku seni, dukungan terhadap komunitas, serta dokumentasi tradisi perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Keterlibatan lembaga pendidikan dan komunitas budaya juga dapat memperkuat upaya pewarisan seni kepada generasi berikutnya.
Penyelenggaraan kegiatan budaya juga berpotensi memperkuat promosi Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang memiliki kekayaan sejarah dan seni tradisi.
Agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang menaungi Festival Musik Tong-Tong turut memberikan konteks lebih luas bagi promosi kegiatan budaya tersebut.
Kehadiran festival dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Sumenep kepada pengunjung dari berbagai wilayah. Aktivitas tersebut juga berpotensi memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal, termasuk pedagang makanan, produk kerajinan, dan usaha mikro lainnya.
Namun, dampak ekonomi dan peningkatan kunjungan wisata tetap bergantung pada berbagai faktor, seperti pengelolaan acara, aksesibilitas, promosi, fasilitas pendukung, serta keterlibatan pelaku usaha setempat.
Karena itu, penyelenggaraan festival perlu diikuti pengelolaan yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Pemerintah daerah dan penyelenggara juga dapat memperkuat evaluasi kegiatan, mulai dari partisipasi masyarakat hingga peluang pengembangan ekonomi kreatif, sebagai bahan perbaikan untuk penyelenggaraan berikutnya.
Bupati Fauzi menilai kebersamaan berbagai pihak menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan seni budaya daerah.
Apresiasi yang disampaikan kepada panitia dan pelaku seni diharapkan menjadi dorongan untuk mempertahankan semangat kolaborasi dalam kegiatan kebudayaan selanjutnya.
“Kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menjaga dan melestarikan seni budaya daerah. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga sehingga kekayaan budaya Sumenep dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” demikian pesan Bupati Fauzi.
Ke depan, keberlanjutan kegiatan budaya di Sumenep membutuhkan dukungan yang tidak berhenti pada penyelenggaraan acara tahunan. Kesempatan berkarya, pembinaan generasi muda, penguatan komunitas seni, dan pelestarian nilai sejarah perlu terus dikembangkan.
Dengan langkah tersebut, Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan Hari Jadi Sumenep, tetapi juga memperkuat identitas daerah dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap warisan budayanya.
Penulis: Vt/Ad
Editor: Tim Rbx News

Komentar