SUMENEP | REPUBLIEX NEWS – BPRS Bhakti Sumekar Sumenep mendorong semangat pelayanan menjadi bagian dari budaya kerja seluruh karyawan. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Hairil, momentum kemerdekaan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga kesempatan untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan dan kinerja lembaga.
Ia menilai semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan melalui kerja yang lebih optimal, mempertahankan hal-hal yang telah berjalan baik, sekaligus melakukan perbaikan pada aspek yang masih perlu ditingkatkan.
“Intinya semangat, meneruskan perjuangan, mempertahankan apa yang sudah baik di BPRS, dan meningkatkan kinerja,” kata Hairil Fajar.
Selain aspek kinerja, Hairil menekankan pentingnya kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi perlu diterapkan dalam perilaku kerja setiap karyawan.
Karena itu, semangat “Bismillah Melayani” didorong menjadi bagian dari karakter dan komitmen bersama di lingkungan BPRS Bhakti Sumekar.
“Dari sisi pelayanan, kita harus punya komitmen dan ditanamkan ke seluruh karyawan BPRS, semangat Bismillah Melayani,” tegasnya.
Hairil berharap momentum HUT Kemerdekaan RI dapat menjadi energi bagi seluruh jajaran untuk meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan.
Ia juga mengingatkan agar berbagai capaian yang telah diperoleh tidak membuat jajaran berhenti melakukan pembenahan.
Menurutnya, keberlanjutan kinerja membutuhkan semangat untuk mempertahankan hal-hal yang sudah baik sekaligus membuka ruang perbaikan.
Dalam konteks pelayanan perbankan, peningkatan kualitas layanan menjadi salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian karena berhubungan langsung dengan masyarakat sebagai pengguna layanan.
BPRS Bhakti Sumekar sendiri merupakan lembaga keuangan milik Pemerintah Kabupaten Sumenep. Karena itu, penguatan kinerja dan pelayanan diharapkan dapat berjalan seiring dengan perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan daerah.
Namun, berbagai pernyataan mengenai peningkatan kinerja dan pelayanan tersebut merupakan komitmen manajemen. Penilaian terhadap keberhasilan pelaksanaannya tetap membutuhkan ukuran kinerja dan evaluasi secara berkelanjutan.
Hairil berharap semangat “Bismillah Melayani” tidak berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan, melainkan diterapkan secara konsisten dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.
Penulis: Vieto
Editor: Tim RN
Redaksi: Republiex News

Komentar